Monday, May 28, 2007

BREAK THE LIMIT!

Nice Story : Break The Limit

Ada cerita :

"Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan
memberikan training di Bandung.
Karena acara dimulai jam 13.00 maka saya berangkat
dari Jakarta pukul 9.30.
Ketika mulai memasuki tol ke arah Sadang, di
belakang saya ada sebuah
mobil Lexus berwarna hitam yang melaju dengan
kecepatan tinggi.
Tetapi yang saya suka walaupun ia melaju dengan
kecepatan tinggi, ia
tidak memaksakan kehendak. Jika mobil di depannya
tidak mau memberi
jalan, maka ia yang mengalah dengan mengambil jalan
ke kiri dahulu
baru kemudian balik lagi ke jalur kanan.

Supaya tidak ngantuk karena saya menyetir sendirian
dan tertarik
dengan cara menyetir si mobil hitam ini, iseng-iseng
saya membuntuti
mobil tersebut dari belakang.
Saya ikuti cara ia menyetir, termasuk kecepatannya.
Ketika tidak ada
mobil lain di tol, kecuali mobil tersebut dan mobil
saya, mobil hitam
tersebut menambah kecepatannya.
Karena sedang membututi, tanpa sadar saya ikut
menambah kecepatan
mobil saya. Ketika saya melihat panel kecepatan,
menunjukkan angka160 km/jam.
Padahal selama ini, kecepatan tercepat yang pernah
saya tempuh adalah
140 km/jam, saya tidak berani melaju di atas itu.
Tapi dengan adanya
mobil yang saya ikuti, saya bisa tembus rekor
kecepatan mobil saya.
Sesuatu yang sulit saya lakukan jika tidak ada
sparringnya.

Karena saya berhenti di suatu tempat, saya
kehilangan mobil hitam tersebut.
Ketika saya mulai memacu kendaraan lagi, saya coba
untuk berlari 160 km/jam lagi.
Saya berhasil mencapai kecepatan tersebut tetapi
tidak berani terlalu
lama karena belum terbiasa. Ketika kemudian ada
mobil lain lagi yang
melaju dengan kecepatan tinggi dan saya buntuti,
saya bisa masuk lagi
ke 160 km/jam dengan durasi yang cukup lama."

Sama seperti kehidupan ini, seringkali kita merasa
sudah maksimal melakukan sesuatu.
Kita merasa tidak mungkin lagi melakukan sesuatu
yang lebih baik lagi.
Namun kalau kita mempunyai sparring partner yang
lebih hebat dari
kita, entah itu seorang atasan, seorang coach,
seorang mentor, role
model atau apapun, maka kita bisa terpacu untuk
mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Jika kita belum matang belajar dari sparring partner
kita dan mencoba
untuk mandiri, mungkin agak sulit bagi kita untuk
terus berada di
kondisi sama seperti ketika ada sparring partner.
Nantinya jika kita
sudah mempunyai pola dan terbiasa, barulah kita
mulai bisa mandiri.

Robert Kiyosaki mengatakan bahwa penghasilan
seseorang ditentukan 5
orang terdekatnya. Ilustrasi saya mengenai kecepatan
mobil bisa
menjelaskan pernyataan dari Robert Kiyosaki
tersebut.

Jika orang-orang di dekat kita hanya biasa-biasa
saja, maka sulit
bagi kita untuk melakukan sesuatu yang luar biasa.
Namun kalau kita biasa tetapi di sekelilingnya luar
biasa, maka kita
akan terpacu untuk juga menjadi luar biasa.

Apakah ada penjelasannya secara Science? Ternyata ada.
Di dalam otak manusia ada sekumpulan sel syaraf yang
disebut Mirror
Neuron, yang bertugas meniru apa yang dilakukan oleh
orang lain.
Jika di sekelilingnya orang hebat atau luar biasa,
maka Mirror Neuron
kita akan meniru mereka sehingga menjadikan kita
juga hebat dan luar biasa.
Kalau sebaliknya, maka Mirror Neuron-pun juga akan
meniru yang sebaliknya.

- Siapa mobil hitam yang akan anda ikuti agar bisa
menembus kecepatan anda selama ini?
- Siapa orang hebat dan luar biasa yang akan anda
ikuti agar bisa
menembus batas yang selama ini membatasi hidup anda?

Temukan orang tersebut!
ikuti dan pelajari bagaimana ia memandang dirinya,
bagaimana
keyakinan dan nilai-nilai kehidupan yang ia pegang,
bagaimana ia
membangun kapabilitasnya, bagaimana tingkah lakunya,
maka anda akan
mendobrak batas yang selama ini membatasi hidup anda.

Step Up, Live Life to the Max and Make Your Dreams
Come True!

Disadur dari : Science for Success Expert

No comments:

Post a Comment